DEPOK – Kasus bullying disertai kekerasan diduga terjadi di lingkungan SMK YAPEMRI Depok. Berbeda dengan sejumlah kasus serupa yang kerap ramai beredar di media sosial, kejadian ini disebut langsung ditangani oleh pihak sekolah setelah keluarga korban melaporkannya.
Korban berinisial M, yang saat ini duduk di kelas 12, mengaku telah menjadi sasaran bullying sejak dirinya masih duduk di kelas 10. Namun, persoalan tersebut baru disampaikan kepada pihak keluarga pada Jumat (11/9), setelah korban mengungkapkan kejadian yang dialaminya kepada sang tante.
Berdasarkan pengakuan korban kepada keluarga, bullying yang dialaminya diduga tidak hanya berupa tindakan verbal, tetapi juga kekerasan fisik. Korban mengaku beberapa kali dipukul, bahkan diduga pernah dicekik oleh pelaku.
Tindakan tersebut diduga terjadi lantaran korban menolak ajakan untuk nongkrong dan melakukan aksi tawuran.
Mengetahui kejadian tersebut, perwakilan keluarga korban kemudian langsung mendatangi pihak sekolah untuk menyampaikan laporan. Pihak sekolah disebut tidak menunda penanganan dan segera melakukan mediasi terkait persoalan tersebut.
Dalam proses penyelesaian, pelaku berinisial W diminta membuat pernyataan atas perbuatannya. Selain itu, pihak sekolah juga mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan W dari sekolah atau drop out (DO) sebagai konsekuensi atas tindakan bullying dan kekerasan yang dilakukan.
Langkah tegas tersebut mendapat apresiasi dari pihak keluarga korban. Keluarga menilai tindakan sekolah menunjukkan komitmen untuk memberikan rasa aman kepada para siswa sekaligus mencegah terjadinya aksi bullying yang dapat berdampak serius terhadap korban maupun lingkungan sekolah.
Pihak keluarga juga mengapresiasi respons cepat sekolah dalam menangani persoalan tersebut tanpa harus menunggu kasus berkembang atau menjadi perhatian di media sosial.
" Terima kasih respon cepat kepada SMK yapemri semoga tidak ada lagi pembullyan, " Ujar Perwakilan Keluarga Korban.
Menurut keluarga, tindakan bullying, terlebih yang disertai kekerasan fisik, tidak seharusnya dibiarkan karena bukan hanya dapat mengganggu kondisi korban, tetapi juga berpotensi mencoreng nama baik sekolah serta membahayakan keselamatan siswa lainnya.
Penanganan secara tegas diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh siswa agar tidak melakukan tindakan perundungan maupun kekerasan terhadap teman sekolah.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa lingkungan pendidikan seharusnya menjadi tempat yang aman bagi seluruh siswa untuk belajar, berkembang, dan berinteraksi tanpa adanya ancaman bullying maupun kekerasan.
Posting Komentar untuk "SMK YAPEMRI Tindak Tegas Pelaku Bullying Dengan Kekerasan, Korban Dipaksa Tawuran"