3 Istilah Musim Libur Yang Wajib Diketahui Sebelum Traveling


Traveling adalah kegiatan yang sangat ditunggu-tunggu untuk siapapun yang ingin menghabiskan akhir pekan atau melakukan aktivitas sehari - hari dengan sekolah, kuliah, dan bekerja. Liburan pula merupakan momen penting untuk bersama - sama yang membuat kita semakin dekat dengan keluarga. Bagi saya pribadi, liburan selain sebagai momen untuk refreshing dan bersenang-senang, liburan bisa menjadi sarana pembelajaran bagi saya. Banyak hal yang akan saya lihat, yang akan saya temukan yang sangat mungkin membawa saya pada instrospeksi diri, menemukan nilai-nilai kehidupan luhur yang mungkin belum pernah saya kenal. Sebelum melakukan traveling singkat maupun lama sebaiknya kamu tahu dulu dengan istilah – istilah musim libur supaya kamu bisa memperkirakan waktu keberangkatan dengan tepat.


Musim Libur Low Season

Untuk kamu yang belum mengerti tentang musim liburan, Low season adalah musim rekreasi yang sepi pengunjung, saat kamu ingin berlibur dengan budget yang minim, musim liburan low season adalah saat yang tepat. Pada saat libur low season ini biasanya semua harga tiket dan hotel jadi sangat murah yang sehingga ada banyak promo khusus yang harganya tentunya sangat terjangkau. Agen - agen travel atau liburan pun berlomba untuk memberikan diskon serta voucher untuk memancing setiap traveler yang berlibur di saat low season.

Traveling pada musim low season cocok banget buat kamu yang kurang suka keramaian karna beberapa tempat liburan pada musim low season ini akan sepi pengunjung. Perlu kamu tahu Low Season di Indonesia secara umum ini mulai di bulan September hingga Desember dan pertengahan Januari sampai April.


Musim Libur High Season

Untuk kamu yang belum bisa traveling pada waktu low season karena jadwal yang padat, mungkin kamu akan berlibur pada waktu High season. High season adalah musim liburan yang lumayan agak ramai jika di bandingkan dengan saat low season. Biasanya waktu ini terjadi saat libur sekolah, long weekend, dan hari besar keagamaan. Bagi kamu yang memilih traveling pada waktu High Season ini, kamu harus merogoh kocek agak dalam untuk biayanya, seperti tiket transportasi, tiket tempat wisata, dan akomodasi penginapan. Karena pada waktu High Season ini biasanya agen-agen travel, tempat penginapan, dan tempat wisata mengambil kesempatan untuk menaikan harga karena akan banyak pengunjung yang datang.

Kamu juga harus rela antri lebih lama untuk mendapatkan tiket tempat wisata, karena banyaknya pengunjung Selain itu, berbagai objek wisata biasanya beroperasi lebih panjang dan banyak event - event menarik diadakan pada waktu high season. Untuk di luar liburan Nasional, biasanya dimulai dari bulan Juni sampai pertengahan September. Bulan agustus adalah klimaks dari High Season yang merupakan musim liburan untuk para wisatawan.


Musim Libur Peak Season

Untuk saat musim liburan Peak Season ini ngga jauh beda dengan musim liburan high season, yang biasanya musim liburan ini tempat wisata akan lebih ramai penuh pengunjung dibandingkan dengan musim liburan high season. Tempat - tempat wisata akan saat Peak Season akan dipenuhi oleh pengunjung yang membludak sehingga kamu akan rebutan tiket, kamar hotel, villa, dan berdesakkan di tempat wisata. Hal ini sebabkan oleh karena musim libur peak season ini bertepatan dengan musim libur di luar negeri.

Kalau kamu memilih waktu libur di saat Peak Season anda harus siap - siap merogoh dompet yang lebih dalam lagi karena mulai dari harga tiket transportasi mau pun hotel memasang tarif yang tinggi di musim tersebut. Untuk di kota - kota tertentu, khususnya yang memiliki tujuan wisata internasional biasanya harga akan bertambah. Periode puncaknya tersebut jatuh pada hari natal yaitu di tanggal 20 Desember – 10 Januari. (DR/ID)

Posting Komentar untuk "3 Istilah Musim Libur Yang Wajib Diketahui Sebelum Traveling"