Kepala Satpol PP Kota Depok Klarifikasi Berita Viral Ibu Dan Anak Yang Terjaring Razia Masker


INFODEPOK.NET
Setelah viral adanya seorang ibu yang terjaring razia masker hingga menitipkan anak kepada petugas untuk pulang mengambil uang denda di Depok beberapa hari lalu, Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratna berikan klarifikasi.

Melalui pesan singkat  dirinya memberikan keterangan yang didapat dari petugas di lapangan.

Keterangan dan kronologis menurut kepala Satpol PP Kota Depok mengatakan bahwa Operasi penertiban (razia) yang tidak bermasker dilakukan oleh tim gabungan, Gugus tugas Pencegahan Covid 19 Kota Depok di beberapa titik. 

" Karena tidak membawa identitas 
akhirnya si ibu mengambil sendiri identitasnya karena rumah nya dekat di sekitar jalan STM mandiri, sementara si ibu mengambil KTP anaknya dititipkan kepada petugas oleh ibunya, dan petugas menjaga anak tersebut dengan baik," Ungkapnya (29/7/2020).

Sambung lienda, Tidak ada petugas yang meminta ibu tersebut meninggalkan anaknya untuk dijadikan jaminan dan anak tersebut bukan disandera atau dijaminkan melainkan dititipkan sendiri oleh ibunya.
" Si ibu pulang bukan karena mau ambil uang (karena kurang), namun mengambil  identitas (KTP) karena untuk pemenuhan prosedur administrasi, Si ibu menyadari salah dan memang sejak awal berniat bayar denda, itu patut diapresiasi, warga sadar akan kewajibannya, "
Lanjut kepala satpol pp Kota Depok.

Sebelumnya warga masyarakat sempat geram atas kejadian itu karena seolah tidak ada toleransi bagi ibu dan anak yang terjaring razia masker, sehingga pro kontra sempat mewarnai komentar.

" Petugas memang hanya menjalankan aturan, tapi petugas juga manusia masa gak punya hati, Keterlaluan, " Tulis Endang Warga depok.

Di sisi lain juga berpendapat bahwa sosialisasi sudah dilakukan dan kewajiban memakai masker dengan alasan mencegah Covid sangat dianjurkan dan itu dilakukan agar ada efek jera.

Tetapi Kebanyakan masyarakat mengecam bukan pada razia masker keseluruhan namun lebih kepada kondisi si ibu dan anak yang mestinya diberikan toleransi bukan denda karena menurut masyarakat si ibu tergolong masyarakat tidak mampu.


Zil/ID